Jadi manusia saja, ra usah mbagusi, jangan jadi malaikat

Seringkali kita ini begitu sibuknya menampakkan kebaikan kita kepada orang lain. Begitu bersusah payahnya berusaha agar dianggap baik oleh manusia lain. Selalu ingin tampil sempurna, seperti malaikat. Waduh capeknya.

Mbok ya jadi manusia saja. Biasa saja. Ora usah mbagusi. Mudah, sederhana, dan nggak capek. Toh apa enaknya sih dianggap sempurna tetapi kenyataannya tidak seperti itu?

Apalagi kalo sudah punya gelar, status sosial, status kemasyarakatan, atau status yang seolah-olah tinggi dalam agama, semacam panggilan ustad, haji, kyai, gus, dsb. Duh capeknya hidup seperti itu. Ngopi pinggir jalan gak berani, bercanda menjadi terlalu dini untuk dibatasi, hemmm, hanya karena selalu ingin tampil ningrat.

Apa nggak enak jadi manusia saja, jangan jadi malaikat. Manusia itu ya…. kadang salah juga, kan yang penting mengakui kesalahan. mau ngaku salah. Manusia itu ya… bau juga. Bahkan aslinya itu ya bau. Kalo pake minyak wangi yang harum tuh kan minyak wanginya.

Capeknya hidup tidak apa adanya…

Terima diri sebagai manusia, maka tidak ada kekhawatiran lagi dianggap hina, dianggap rendah, dianggap salah, dianggap sesat, dianggap kafir, dianggap jelek, dst. Jika menerima diri sebagai manusia, maka biarkan Tuhan saja sebaik-baik penilai, sebaik-baik juri dalam kehidupan kita ini.

apa adanya manusia

Leave a Reply