Kartun movie vs sinetron laga real human

Yang dimaksud disini adalah pengaruhnya pada anak-anak. Bagaimana anak-anak merespon tontonannya di televisi yaitu perbandingan antara film karton dan serial laga atau sinetron berseri yang dimainkan oleh real human langsung.

Sejauh pengamatan saya, anak-anak merespon film karton tidak sampai menirukan atau mempraktekkan gerakan-gerakan yang ada di dalamnya, karena seringkali gerakan dalam film karton itu sangat imaginer dan sulit untuk ditirukan. Misalnya untuk karton dragon ball, paling banter anak-anak hanya menirukan kamehameha, suaranya saja, sambil ngikutin posisi tangannya saja. Anak-anak tidak sampai ikut perang-perangan beneran dengan temannya saat menirukannya.

Berbeda dengan jika anak menirukan laga berkelahi yang dimainkan oleh real human. Anak-anak meneriakkan jurus-jurusnya, sekaligus mempraktekkan dengan temannya. Perang-perangan sama temannya. Anak-anak ikut tendang-tendangan, kadang sampai kena beneran.

Jadi efeknya lebih kuat mana terhadap anak dalam mempengaruhi anak bersikap condong pada kekerasan, antara film kartun dan aksi laga yang dimainkan oleh real human? Coba anda teliti lebih jauh lagi ya.

dragon ball

Leave a Reply