Sekolah penting? ya, tapi nggak cukup

Sekolah penting, tapi nggak cukup. Sekolah formal yang dimaksud. Perlu lebih banyak belajar lagi.

Belajar itu memberi makan pikiran, memberi makanan jiwa dalam bentuk ilmu. Jadi belajar itu kebutuhan akal. Memang. Tapi jika yang terjadi sebaliknya, kelihatannya belajar, tetapi setelahnya muncul rasa kapok, tidak mau mengulang lagi, maka berarti ada yang salah. Jangan-jangan yang seolah-olah belajar itu sebenarnya hanya formalitas, bukan proses belajar yang sebenarnya.

Beberapa kali pembicaraan tentang sekolah, nglanjutin sekolah lagi, membuat seorang kawan akhirnya berpikir bahwa saya tidak mau sekolah lagi. Saya bilang salah. Kita tidak anti sekolah, tapi pertanyaannya untuk apa? Hanya mengejar gelar, jabatan, pangkat? no. Jangan.

Belajar memang perlu, beberapa kali saya mengikuti kelas yang tidak ada gelarnya, tidak ada sertifikatnya, tidak ada ijasahnya. Kadang tidak murah, yang terakhir senilai 3 juta untuk waktu 3 hari aja. tanpa sertifikat, tanpa ijazah. Jadi saya bukan anti sekolah, hanya penekanannya adalah, bahwa belajar itu tidak hanya harus di sekolah. Belajar bisa dimana saja. Jangan hanya asal ikut-ikutan. Anda harus tahu apa yang benar-benar anda butuhkan dan anda inginkan.

Belajar kok nyari gelar… gile lu ndro… hahaha…

belajar

Leave a Reply