ADA SESUATU DI WARUNG KOPI

Posted on

Kakek, ayah dari bapak, almarhum, dulu sangat keras, dan sangat emosional.

Aku tidak pernah melihat orang tua meninggalkan bekas kampak di kepala anaknya secara nyata, bukan di TV. Dan itu kulihat di kepala ayahku.

Kebayang nggak betapa sangat emosional, keras, dan pemarah.

Aku juga belum pernah bertemu orang, yang tidak pernah masuk ke rumah orang lain, kecuali kakek dari ayahku itu. Saking keras kepala dan begitu menjaga harga dirinya itu.

Harga diri di bawa mati. Kalau pernah mendengar itu, maka aku terbayang kakek ku itu.

Bukan omong kosong, memang sebanding dengan kemampuannya.

Kakek adalah jawara yang berani.

Ketika seorang pencuri di kejar orang satu kampung, dan masuk ke kebun tebu, dan semua orang tidak ada yang berani masuk, hanya kakek yang berani masuk, menangkapnya, lalu menyerahkan pencuri ke orang2 diluar kebun, orang2 menghajarnya, kakek hanya menangkapnya saja.

Seseorang dengan frekwensi berkelahi cukup banyak, memang agak wajar menjadi punya banyak orang yang tidak disukai, dan kadang itu berlangsung cukup lama, hingga melahirkan kebiasaan, kakek tidak pernah masuk ke rumah orang lain, tetangganya, bahkan meskipun diundang dalam suatu acara tertentu.

Lalu dimana kakek bertemu dengan orang dan bersosialisasi, sudah jelas, di warung kopi.

Bukan bermaksud apa-apa, cerita ini hanya menggambarkan betapa kerasnya kakek.

Tetapi, kontradiksinya, kakek sangat baik pada nenek, dan sebaliknya. Hingga usia senjanya, aku masih sering melihat kakek bercanda2 dengan nenek di sawah.

Dan satu hal lagi, sampai detik terakhirnya, kakek meninggal saat aku sudah masuk kampus, adalah kakek tidak pernah berkata keras kepadaku, apalagi memarahiku, entahlah, kupikir karena aku anak ayah, yaitu seorang anak yang pernah dijatuhi kampak hingga darah memuncrat ke atap rumah kakek tanpa perlawanan, sehingga itu menjadi penyesalan sepanjang hidupnya.

Kembali ke warung kopi…

Konon, ayah juga sering di ajak ke warung kopi oleh kakek, sesuatu yang juga sering dilakukan ayah kepadaku, mengajak ke warung kopi, dan ku teruskan pada anak2 ku.

Belakangan itu menjadi memang perlu. Seorang ayah, tidak punya kekuatan untuk mengatakan sayang pada anak2nya, kecuali dengan gambaran pertanyaan, sudah makan, atau sudah ngopi? Apalagi orang timur.

Masih di warung kopi…

Kakek dari ibu, yang baru beberapa tahun kemarin meninggal, juga sangat keras. Apalagi kalo ada orang yang merusak tanaman.

Suatu waktu, segerombolan anak bermain layang2 di sawah, yang menginjak-injak tanaman yang baru di tanam. Itu bukan lahan milik kakek kedua ini.

Melihat itu, seketika kakek kedua ku ini, datang membawa sabitnya, membabatkan sabitnya ke benang yang dipegang anak2 ini. Layang2 lepas semua, dan anak2 kabur lari tunggang langgang.

Kakek selalu marah kalo ada orang merusak tanaman.

Anehnya sama seperti kakek pertama, aku juga tidak pernah merasa ingat dimarahi oleh kakek dari ibuku ini. Entahlah, yang ini tidak tahu alasannya. Mungkin karena aku tidak terlalu banyak tingkah waktu itu, meskipun kalo ditanya rumah kedua, maka rumah kakek ini adalah rumah kedua ku saat itu.

Kakek dari ayah dan kakek dari ibu ku, adalah sahabat akrab, bahasa dulunya konco plek.

Dimana mereka bertemu, … Ya, sudah bisa di tebak…. Warung kopi….

Cerita kakek, cerita ayah, ceritaku, adalah cerita warung kopi…

Bertahun2 punya akun FB, isinya kebanyakan foto segelas kopi, di warung kopi…

Ya, .. ada sesuatu di warung kopi, ada cinta di warung kopi, ada kenangan di warung kopi.

Jadi bukan hanya segelas kopi, tetapi sesuatu yang lebih bermakna darinya.

Seorang ayah yang menanyakan pada anaknya, sudah makan? Sudah ngopi? Itu adalah kata2 ungkapan sayang yang dalam.

Dulu kupikir itu tidak ada apa2nya, saat sudah punya anak laki2, kita mengajarkan apa artinya keras, apa artinya mandiri, apa artinya kuat, apa artinya berani, apa artinya hadapi, lalu kita lupa bagaimana mengajarkan bagaimana mengatakan sayang. Akhirnya hanya simbolis, berupa pertanyaan…

Sudah ngopi?

Gravatar Image
I am Taufiqul Hasan, an author who writes about trending topics on my blog. I enjoy staying updated with global trends and sharing my insights with readers. Through my blog, I aim to offer thoughtful perspectives on the latest issues, events, and discussions happening worldwide. By exploring and discussing these trends, I hope to foster understanding and inspire conversations that resonate with a diverse audience.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.