Entrepreneurship itu sikap mental

Entrepreneurship itu sikap mental (Chiputra).

Mau jadi apapun, entrepreneurship musti ada pada dirimu.

Jadi pegawai, karyawan, pedagang, pengusaha, pejabat, atau apalah, harus punya jiwa entrepreneur.

Kadang suka agak geli-geli gimana gitu, ada orang bangga saat punya bisnis sendiri, ngakunya sudah jadi pengusaha, tapi yang diinginkan pensiun dini.
Itu mah bukan entrepreneurship.

Sekarang kebetulan pekerjaannya bisnis, tp mentalnya msh bukan entrepreneur, tetapi sama saja seperti mental karyawan yang memimpikan pensiun dengan penghasilan yang terus mengalir.

Entrepreneurship itu sikap mental terus berkarya menebar manfaat.
Sampai kapan? sampai sudah tidak bisa lagi. Mati berarti.
Entrepreneur bukan mengharap pensiun, tetapi kalo segera menyelesaikan yang dimulai, lalu ingin segera berpindah melakukan hal lain yang juga bermanfaat untuk orang banyak, itu mungkin saja. Bukan pensiun.

Siapapun boleh berjiwa entrepreneurship, bahkan harus. Ya harus belajar artinya.

Pegawaipun juga harus belajar entrepreneurship, agar ia tahu apa yang bernilai dalam pekerjaannya.
Bukan hanya sekedar bekerja mengejar gaji dan uang, tetapi tidak mengerti bahwa ada yang harus berkembang dalam dirinya.

Pejabat pun begitu, musti entrepreneurship mentalnya, biar nggak tahunya korupsi, fee, embat sana, embat sini. Musti tahu apa yang lebih bernilai dalam hidup. Bukan sekedar uang.

Jadi guru juga begitu.

Jadi dokter juga begitu. Sama juga.

Entrepreneur itu sikap mental. Apapun posisi dan pekerjaanmu, sikap mentalnya musti entrepreneurship.

 

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.