Baper pagi-pagi …

Berkali-kali sy dipojokkan dengan pertanyaan ini, Lalu kuliahmu buat apa? Apa nggak kasian orang tua yang membiayai kuliah di fkip, kenapa sekarang nggak ngajar? Apa nggak eman ilmunya nggak manfaat? dan pertanyaan seputar itu. Biasanya ini dalam perbincangan yang membuat saya harus bercerita latar belakang.
Biasanya cuma ketawa aja.
Tapi begini lho…
Orang tua sy tidak sama dengan kebanyakan orang tua lainnya yang kalo nyekolahin anaknya di keguruan itu karena inginnya nanti jadi guru. Bapak ibu sy sejak dari awal kuliah itu cuma bilang, sekolah nyari ilmu aja, ntar masalah pekerjaan itu nanti. Kalo sudah belajar, punya ilmu, masak nggak bisa mikir masalah kerjaan. Jadi sejak awal cuma nyuruh belajar aja.
Dan akhirnya itu jadi kebiasaan aja, bahkan sampai sudah tidak sekolah lagi. Sy belajar terus. Sampai sekarang.
Termasuk keputusan saya keluar dari guru itu jg karena terus belajar itu.
Jalur belajar saya terus berjalan sampai akhirnya keluar jauh dari materi sekolah formal saya, terus keluar dari jalur keguruan sy. Mau apa lagi, sy cuma ngikutin bapak emak sya terus belajar. Ya, saya belajar aja mengikuti serangkaian masalah2, buku2, dan materi yang dihadapkan di depan kehidupan saya. Itu aja.
Jadi sama sekali saya tidak menentang orang tua karena tidak menjadi guru di sekolahan. Kenyataannya banyak cara mengajar selain di sekolahan kok.
Mengenai ilmu tidak manfaat. Tahapan belajar saya sekarang ini juga berproses, dan tidak bisa dilepas dari tahapan sebelumnya, termasuk tahapan belajar di bangku sekolah dan kuliah dulu. Semuanya terhubung. Yang jelas, apa yang sudah dipelajari di sekolah dan bangku kuliah, itu tentu sangat bermanfaat buat saya, dan untuk itu sy sangat berterima kasih pada guru2 dan dosen saya semuanya.
Menganai bermanfaat utk orang lain apa nggak nya, seperti halnya mengajar, yang ada banyak cara untuk mengajar, ada banyak cara juga untuk menebar manfaat bagi orang lain.
hemm… itu aja, jadi baper nulisnya.
Tp, pesannya gini aja deh. Sama seperti pesan bapak emak sy, belajar aja, belajar terus aja, jangan hanya terlihat belajar, tetapi sebenarnya hanya mengulang-ulang pelajaran yang sama setiap hari, kecuali memang mau jadi kamus berjalan.

Belajar pagi

Belajar pagi

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.