Pola belajar …

Beberapa tahun yang lalu, beli Al Quran terjemahan di gramedia… Pulangnya, berhenti sebentar di sebuah masjid….

Menunggu sholat jamaah, sambil buka plastik pembungkus Al-Qur’an terjemahan yang masih baru itu…

Namanya masih baru, sempat baca sebentar…

Di saat itu, lewat seseorang, yang ternyata imam jamaah sholat di saat itu. Sholat asyar kalau nggak salah inget…

Setelah selesai sholat, ternyata ada ceramahnya sebentar… Maka ceramahlah imam sholat itu yang sempat lewat di samping ku saat buka plastik bungkus Al-Qur’an itu, dan mungkin sempat juga melihat kubaca sebentar Al-Qur’an.

Ceramahnya cuma sebentar, diantara isi ceramahnya… Hendaknya berhati-hati saat membaca terjemahan Al Qur’an dan hendaknya jangan sendiri, usahakan ada gurunya…

Sempat kepikiran, ini kena sindir kah? …

Tapi, ah sudahlah… gak kepikiran berlama-lama, wong cuma buka bungkusnya doang.. lagian juga gak terlalu merasa ada apa2…

Bertahun-tahun sebelumnya, waktu masih kecil, memang sudah pernah dengar hal senada…

Beberapa minggu yang lalu, mendengar lagi ceramah yang serupa… Kurang lebih begini ceramah pak yai itu….

Al Qur’an dan hadist itu ada asbabul nuzul dan asbabul wurudnya…, jadi kalo mempelajari Al Qur’an dan hadist mestinya bukan hanya terjemahannya, asbabul nuzul dan asbabul wurudnya sekalian, jadi pemahamannya bisa lebih lengkap tidak sepotong-sepotong….

Kalo tidak, atau kalo hanya membacanya secara tekstual saja, hanya teks dan terjemahannya saja, maka bisa konslet…

Secara tekstual, kita akan bingung dengan terjemahannya yang seolah-olah bertabrakan, berbenturan antara satu ayat dengan ayat yang lainnya, belum lagi antara ayat2 al qur’an dengan hadist…

Misalnya kalo dalam satu ayat, Allah berkata, jika Allah berkehendak, maka terjadilah. Kun fayakun. Sementara di ayat lain, Allah itu sesuai prasangka hambaNya. Ayat lain, Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum jika manusia tidak mengusahakannya… (Mengenai bunyi ayatnya, silahkan anda cari sendiri ya, karena memang sudah sangat populer dan sering disebutkan dalam berbagai ceramah2 agama, buku2, dll).

Nah kan, secara tekstual akan membuat kita bingung…

Makanya, memang kompleks, ada banyak hal yang harus dipelajari dalam mempelajari Al quran dan hadist, termasuk asbabun nuzul dan asbabul wurudnya biar tidak konslet…

Di samping itu, mempelajari al quran dan hadist itu harus bersih hatinya… makanya sebelum membaca alquran dan mempelajarinya itu wudlu dulu. Itu bukan hanya sekedar membersihkan hadast kecil, tetapi esensinya juga membersihkan hati kita.

Hati yang kotor, kadang malah bisa berbahaya saat mempelajari al qur’an… misalnya dalil2 ayat suci itu hanya dipakai untuk menyerang orang lain, menyindir orang lain, menyalahkan orang lain, dan menunjukkan diri sendiri paling benar (sombong)…

Begitu kurang lebih kata pak kyai itu…

Lha, apa hubungannya dengan judul tulisan saya ini… Pola belajar…

Kadang2, kita memahami sesuatu secara bertahap, bahkan dalam kurun waktu yang sangat lama… dan pemahaman itu seringkali bertingkat-tingkat…

Di awal2 kita belajar suatu ilmu, sangat wajar terjadi euforia… Sesuatu hal yang baru itu cenderung ingin meledak-ledak… Makanya, sering kita melihat dan berjumpa, orang yang baru belajar agama, justru begitu sangat berapi-api dalam ilmu agama yang baru dipelajarinya… Dan ternyata memang normal, memang seperti itu biasanya yang terjadi…

Maka beruntung sekali orang2 yang belajar ilmu agama mulai dari kecil, karena pada saat ilmu itu meletup-letup dalam dirinya, ia diredam oleh usianya yang masih kecil dan merasa masih muda.

Pemahaman kita dalam belajar itu kadang seperti menyatukan puzzle-puzzle yang sering kali dibutuhkan waktu yang sangat lama untuk dapat melihat polanya secara lebih utuh.

Seperti dalam cerita saya ini, beberapa tahun lalu saat beli al quran, bertahun-tahun yang lalu saat masih kecil, beberapa minggu yang lalu, dan saat ini saat entah mengapa menjadi teringat semua itu.

Sehingga pesannya, butuh kesabaran dalam belajar, mungkin sekarang tidak paham, tetapi kelak, potongan2 puzzle pemahaman itu akan ditemukan pasangan2nya…

Hemmm… Mungkin kelak, akan ditemukan lagi potongan2 yang lebih lengkap lagi…

Mungkin saja…

#kopakopi

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.