Seberapa beratkah hidupmu itu?

Pagi yang cerah seperti biasanya… Semoga disana sama juga…

Hidup yang berat…

Hemm… Kenyataannya, semua orang merasa begitu. Setiap orang merasa hidupnya berat. Mengapa, karena setiap orang membandingkan kenyataan dirinya dengan bayangan semu yang tampak dari orang lain.

Merasa hidup yang berat, kemudian dipancarkan lewat banyak media. Zaman sekarang orang pakai sosial media.

Lalu apakah salah? Oh, tidak ada alasan bagi saya untuk boleh memberikan penilaian.

Hanya saja, boleh saya menasehati diri saya sendiri kan.

Dan, inilah nasehatnya..

Jika hidupmu berat, maka kau masih sangat tidak dewasa dengan segudang keegoisan yang masih melekat sangat kuat dalam dirimu.

Hiduplah untuk orang lain. Hemm…, tampak mudah dinasehatkan, tapi mungkin akan berat dilakukan.

Dan tidak hanya itu saja, perluas motivasimu itu, hiduplah untuk keluargamu, tetanggamu, makin jauh dan makin jauh.

Dengan begitu, seberat apapun masalah dalam hidup kita, maka rasa syukur dan kekuatan, semoga akan selalu Tuhan tambahkan kepada jiwa kita ini.

Hemmm…. tulisan pagi disamping segelas kopi, dan nyanyian lagu dan suara iwan fals yang menemani. Saat membaca tulisan ini, semoga kita semua dalam kedamaian hati yang selalu menyertai.

Ada kalanya perlu kita hapus papan tulis beban hidup kita

Ada kalanya perlu kita hapus papan tulis beban hidup kita

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.